Ada 3 Metode Sunat Terbaik yang Paling Aman

Ada 3 Metode Sunat Terbaik yang Paling Aman

Sebagian laki-laki di Indonesia pasti sudah melewati proses khitan. Biasanya ini di lakukan ketika masih bayi atau ketika kita berada di bangku sekolah dasar. Sangat normal sekali bahwa ketika sunat kita merasa sunat. Tapi saat ini anda sudah tidak perlu khawatir lagi, karena ada beberapa metode sunat yang membuat kita tidak merasakan sakit lagi.

Metode Sunat

Metode Sunat terbaik

Kenapa sunat bisa sakit? Bayangkan saja, ujung kemaluan yang merupakan salah satu bagian tubuh laki-laki paling sensitif itu di potong. Walaupun begitu, dengan berkembangnya zaman kita bisa memilih berbagai teknik sunat. Yang mana teknik-teknik ini akan meminimalisir rasa sakit dan bisa menjadi pilihan utama bagi anak-anak.

Saat ini teknik sunat tanpa rasa sakit banyak sekali dibicarakan di masyarakat dan kini juga sudah menjadi pilihan utama. Melihat kebelakang, masyarakat sudah mengenal sunat tradisional maupun konvesional. Di sini kami akan mencoba membantu anda mengenal berbagai teknik sunat yang sudah ada di Indonesia.

Tentunya anda para orang tua bisa memilih salah satunya sesuai dengan kebutuhan anda. Di Rumah Sunat Gresik juga sudah menggunakan berbagai metode untuk khitan, jadi anda tidak perlu khawatir lagi. Tanpa berlama-lama, langsung saja kita simak seksama dibawah ini.

Baca Juga: Persiapan Sebelum Sunat

1. Tradisional

Mungkin teknik ini sudah tidak bisa kita temui lagi di daerah perkotaan. Teknik seperti ini di lakukan oleh para juru khitan atau bong supit, atau dukun sunat. Prosesnya menggunakn pisau, silet, ataupun bambu yang sudah di tajamkan. Sebelum digunakan, alat-alat tersebut akan disterilkan terlebih dahulu menggunakan alkohol.

Sunat dengan metode ini bisa dibilang sangat menyakitkan, karena tanpa adanya bius. Setelah di potong, bekas luka akan ditaburi dengan obat antiinfeksi dan kemudian dibalut tanpa adanya proses jahit.

Yah, walaupun proses sunatnya begitu cepat, tapi resiko yang dihasilkan juga sangat tinggi. Bisa saja terjadi pendarahan serta infeksi jika alat tidak distrilkan dengan benar. Tidak hanya itu, teknik ini juga beresiko terpotongnya sarah di sekitaran kemaluan yang akan berpengaruh ketika berhubungan badan kelak.

2. Konvesional

Metode sunat yang kedua adalah konvesional. Ini adalah metode khitan yang paling banyak digunakan oleh tenaga dokter maupun mantri hingga saat ini. Alat yang digunakan pun juga sudah sesuai standart medis. Sebelum dilakukan pemotongan, akan dilakukan pembiusan di sekitar kemaluan terlebih dahulu.

Setelah itu, barulah kulup di potong dengan gunting atau pisau khusus bedah. Setelah di potong, kulup akan disatukan kembali dengan cara dijahit sehingga hasilnya menjadi lebih baik.

Kelebihan:

– Rasa Sakit Minimal
– Resiko Infeksi Kecil
– Biaya Lebih Terjangkau

Kekurangan:

– Proses Sunat Lama
– Penyembuhan Relatif Lama
– Luka Tidak Boleh Terkena Air\

Baca Juga: Metode Sunat yang Tidak Sakit

3. Klemp

Metode Sunat

Metode sunat berikutnya adalah klem. Ini merupakan teknik sunat yang sering dibicarakan di masyarakat, karena sunat tanpa rasa sakit. Klem merupakan sebuah tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi, tergantung ukuran kemaluan. Cara kerjanya juga masih sama dengan metode lainnya.

Yaitu kulup akan di jepit dengan alat satu kali pakai, kemudian di potong dengan pisau beda tanpa adanya penjahitan. Setelah dipotong, klem akan dipasang pada kemaluan hingga luka mengering sekitar 3 sampai 6 hari. Ini merupakan metode khitan yang menjadi favorit orang tua, karena ketika sunat tanpa menimbulkan rasa sakit sama sekali.

Kelebihan:

– Tanpa Rasa Sakit
– Luka Boleh Kena Air
– Proses Lebih Cepat
– Pendarahan Minimal, tanpa Jahitan atau Perban

Kekurangan:

– Harga Lebih Mahal

Itulah beberapa metode sunat yang bisa kami sampaikan. Semoga apa yang kami berikan ini bisa bermanfaat untuk kita semuanya. Kami sangat menyarankan untuk menggunakan metode klem jika ingin anak tanpa rasa sakit ketika di khitan.

Post Comment