Ternyata Inilah 3 Perawatan Bayi Setelah Sunat

Ternyata Inilah 3 Perawatan Bayi Setelah Sunat

Setiap laki-laki muslim sudah di wajibkan untuk sunat. Khitan sendiri merupakan sebuha tindakan pembedahan untuk membuang kulup (kulit depan) yang menutupi kemaluan. Tindakan seperti ini sudah bisa di lakukan oleh bayi yang baru lahir hingga orang dewasa. Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, kami akan mencoba membahas Perawatan Bayi Setelah Sunat yang bisa anda ikuti.

Perawatan Bayi Setelah Sunat

Perawatan Bayi Setelah Sunat

Sunat yang di lakukan pada bayi sangat di anjurkan, tetapi bayi tersebut harus dalam keadaan sehat dan stabil. Dalam melakukan sunat, dokter akan memberikan bius terlebih dahulu untuk meminimalisir rasa sakit. Tapi saat ini anda tidak perlu khawatir lagi, karena sudah ada metode sunat klemp yang tidak menimbulkan rasa sakit.

Setelah proses pembuangan kulup, kemaluan akan dibalut dengan menggunakan salep dan kasa untuk menghindari gesekan dengan popok.

Baca Juga: 3 Metode Sunat Terbaik

Manfaat Sunat pada Bayi

Menurut American Academy of Pediatrics, ada banyak sekali manfaat yang di dapatkan ketika bayi disunat. Bayi yang di sunat akan menurunkan risiko terjadinya infeksi pada kulit kulup, infeksi saluran kemih, penularan penyakit seksuan.

Tidak hanya itu, sunat juga bisa menghindari pria dari tidak bisa tertariknya kulup ke arah belakang. Yang mana ini bisa menimbulkan kanker pada area kemaluan.

Tips Merawat Bayi yang Baru disunat

Tentunya ini sangat berbeda ketika sunat pada anak laki-laki yang sudah mulai besar. Bayi masih belum bisa memberitahu ada keluhan apa yang ia rasakan setelah sunat. Ia juga masih belum bisa menjaga kemaluannya untuk tetap higenis.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita para orang tua untuk mengetahui apa saja yang harus di lakukan dalam Perawatan Bayi Setelah Sunat. Untuk itu, anda bisa menyimaknya dengan baik dibawah ini.

1. Jaga agar Tetap Bersih

Hal yang paling mendasar dan penting dalam merawat bayi setelah sunat adalah dengan selalu menjaga kebersihan pada area kemaluan dan selangkangan. Setiap anda mengganti popoknya, pastikan untuk membersihkan juga area tersebut dengan menggunakan lap. Anda juga bisa membersihkannya dengan air hangat.

Jangan lupa juga untuk selalu mengeringkan area tersebut hingga selesai. Ini supaya tidak terjadi iritasi pada bagian selangkangan. Anda bisa gunakan kain lembut agar bayi tetap meresa nyaman.

2. Lindungi Kemaluan Sebaik Mungkin

Setelah khitan, kemaluan pada bayi biasa di balut dan balutan tersebut akan lepas ketika ia buang air kecil. Beberapa dokter menyarankan untuk mengganti balutan tersebut dengan yang baru, tapi ada juga beberapa dokter lainnya yang tidak menyarankan untuk dibalut.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak anda masing-masing. Jika anda di minta untuk membalutnya kembali, anda akan disarankan untuk mengoleskan petroleum jelly pada ujung kemaluan. Setela mengoleskan jell tadi, anda bisa langsung membalutnya dengan kasa steril. Itu bertujuan agar kasa tidak lengket dengan kulit.

Baca Juga: Persiapan Sebelum Sunat

3. Hati-Hati Ketika Memandikan

3 Perawatan Bayi Setelah Sunat

Perawatan Bayi Setelah Sunat yang terakhir ini adalah untuk selalu berhati-hati ketika memandikan bayi anda. Bayi yang baru di khitan bisa di mandikan, bisa juga tidak di mandikan. Anda bisa memandikannya dengan menggunakan spon mandi atau lap air hangat. Ini dianjurkan dilakukan pada dua hari setelah bayi sunat.

Setelah lewat dua hari, anda bisa langsung memandikan bayi seperti biasanya. Pastikan untuk memandikan bayi dengan air hangat selama seminggu.

Miungkin itulah yang bisa kami sampaikan mengenai Perawatan Bayi Setelah Sunat. Anda bisa berkonsultasi dengan kami Rumah Sunat Gresik untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai sunat ini.

Post Comment